Ada apa dengan profesi di bidang Teknologi Industri Pertanian

Perkembangan agroindustri ini menuntut bertambahnya sumber daya manusia yang terampil, berkemampuan khusus, profesional, dan ahli di berbagai bidang ilmu.  Berdasarkan hasil perhitungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII, 2011), hingga tahun 2015 dibutuhkan 211.124 insinyur dari semua jurusan. Kebutuhan ini akan terus mengalami peningkatan.  Pada periode 2016-2020, dibutuhkan 336.878 insinyur dan periode 2021-2025, dibutuhkan 546.075 insinyur. Para insinyur tersebut dibutuhkan untuk mengisi kebutuhan implementasi proyek koridor ekonomi (38%), konektivitas (22%), peningkatan kapasitas SDM dan iptek (10%), dan penguatan birokrasi (30%).

Berdasarkan rencana induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam pengembangan koridor ekonomi, khususnya di bidang agroindustri, hingga 2015 dibutuhkan 5.703 insinyur pertanian, 4.438 insinyur teknologi pangan, 4.438 insinyur teknologi industri pertanian, dan 3.804 insinyur teknologi hasil pertanian. Selain itu, untuk peningkatan kapasitas SDM dan iptek hingga tahun 2015, dibutuhkan 784 insinyur pertanian,  588 insinyur teknologi pangan,  588 insinyur teknologi industri pertanian,  588 insinyur teknologi hasil pertanian.

Pada periode 2016-2020 dibutuhkan 10.350 insinyur pertanian, 8.020 insinyur teknologi pangan, 8.020 insinyur teknologi industri pertanian, dan 7.010 insinyur teknologi hasil pertanian.  Pada periode 2021-2025 dibutuhkan 16.780 insinyur pertanian, 13.000 insinyur teknologi pangan, 13.000 insinyur teknologi industri pertanian, dan 11.360 insinyur teknologi hasil pertanian.  Dengan demikian, program MP3EI yang sudah dimulai dan terus bergulir setidaknya hingga tahun 2025 membutuhkan sekurang-kurangnya 26.000 insinyur teknologi industri pertanian untuk implementasi proyek koridor ekonomi di bidang agroindustri.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.